Tampilkan postingan dengan label hujan.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan.. Tampilkan semua postingan
Minggu, Mei 24, 2009

purnama di balik jendela

: untuknya

Coba sibak tirai jendelamu
tengadah sebentar ke langit sana
nikmati jenak yang dulu kamu puja
lihat purnama yang terdiam gagu.

Sebentar saja, kupinjam waktumu
untuk melihat bulan yang menyala
di langit yang masih sama
meski jika ceritanya telah menyemu.

Aku juga sedang memandanginya
ditemani seulas senyum hampa
mengulang kata "jarak" untuk kesekian kalinya
meraba "maya" untuk mengerti "nyata".

Dan (jikalau) kamu juga menatapnya
mungkin hanya diam tanpa merasa,
mungkin cuma tersenyum tanpa makna,
mungkin bagimu cuma nostalgia.

Tapi, paling tidak kamu tahu
bahwa di belahan lain bumi ini
ada yang menatap purnama setiap kali,
karena dengan begitu kurasa melihatmu.
nyata.
Diposting oleh tyara di 21.27.00 | 3 komentar  
Label: , ,
Sabtu, April 11, 2009

:untuk kamu

:untuk sayang
maaf harus menyerah sekarang
bukan tak ingin menahan rintang
tapi sakitnya bukan kepalang
jadi biarkan sakit itu datang
agar kunikmati sampai nyawa meregang

:untuk dia
maaf harus tetap bermain maya
dewi fortuna belum mau menaungi jiwa
untuk sekedar membuatku nyata
utuh tak terbantah ada
meski cerita di balik layar bukan hanya hampa

:untuk hujan
maaf berhenti menarikan
rintik yang kemarin menggerimisi impian
karena aku tak mampu menemukan
di mana kau taruh labuhan
sesak aku menunggu sendirian

bandung, 10April2009
0.33
Langganan: Postingan (Atom)

Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap

Labels