Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, Juni 04, 2009

tidurkan rinduku

tidurkan rinduku,
mimpi tentang kisah dahulu
pedih teringat hati tak mampu
bertahan dari kelu
ketika melihat wajahmu.

tidurkan rinduku,
asa tentang cinta ambigu
penuh sesak hati oleh haru
ketika kutahu
matamu tak lagi memantulkan bayanganku.

tidurkan rinduku,
bisik tentang hari indah kemarin itu
Sayang, mungkin maya semu
meski manisnya masih terasa selalu
di ujung pengharapan yang jadi abu.

bdg, 1 Juni 2009. 22:31
#untuk Teteh, untuk saia, untuk semua orang yang kehilangan rindu terindahnya.

link di FB
Diposting oleh tyara di 05.17.00 | 0 komentar  
Label: ,
Selasa, Mei 26, 2009

pada sebisik sunyi

kutitipkan cinta pada sebisik sunyi
biar ia diam
hingga nanti gemuruh sendiri.
Diposting oleh tyara di 00.23.00 | 0 komentar  
Label: ,
Minggu, Mei 24, 2009

purnama di balik jendela

: untuknya

Coba sibak tirai jendelamu
tengadah sebentar ke langit sana
nikmati jenak yang dulu kamu puja
lihat purnama yang terdiam gagu.

Sebentar saja, kupinjam waktumu
untuk melihat bulan yang menyala
di langit yang masih sama
meski jika ceritanya telah menyemu.

Aku juga sedang memandanginya
ditemani seulas senyum hampa
mengulang kata "jarak" untuk kesekian kalinya
meraba "maya" untuk mengerti "nyata".

Dan (jikalau) kamu juga menatapnya
mungkin hanya diam tanpa merasa,
mungkin cuma tersenyum tanpa makna,
mungkin bagimu cuma nostalgia.

Tapi, paling tidak kamu tahu
bahwa di belahan lain bumi ini
ada yang menatap purnama setiap kali,
karena dengan begitu kurasa melihatmu.
nyata.
Diposting oleh tyara di 21.27.00 | 3 komentar  
Label: , ,
Jumat, Mei 22, 2009

least.

least.
entah siapa yang punya ide menyebutnya begitu.
mungkin aku : gadis pengumpul kelu.
yah, Sayang...
akhirnya aku menjadi selongsong usang.

(lagilagi komputer berbayang. vertigo, kapan kamu menghilang?)

*semoga tulisan di blog saia ini (yg melulu puisi ttg ...) tidak akan masuk fatwa haram MUI. :hammer:
Diposting oleh tyara di 22.46.00 | 0 komentar  
Label: ,
Kamis, Mei 21, 2009

insomnia.

kau boleh menyuruhku pergi
tapi aku tak akan beranjak dari sini
ruang mimpi yang kurancang sendiri
biarkan sesukaku menikmati

butuh satu putaran penuh
jika kamu ingin membuatku menjauh
dan lagi aku tak semudah itu berlabuh
pada asing yang begitu rapuh

terjaga lagi menikmati sepi
mata tak dapat dipejam biar dipaksa hati
insomnia sudah merajai malam yang sendiri
menulisi sunyi dengan tinta mimpi

jangan aku dibunuh
padahal sudah mati tanpa disuruh
belum puaskah melihat darah di peluh
menunggu waktu meluluh.

#di tengah vertigo akut. layar berbayang. pikiran terbang.
Diposting oleh tyara di 22.52.00 | 0 komentar  
Label: ,

Lukisan Hampa

Aku berpaling padamu
Dan kulihat selembar kenangan,
Dengan pensil angan di genggamanmu

Kulihat tanganmu mulai menggores
Aku ragu kau melukisku

Apakah kau melukisku ?
(Jikalau kau melukisku, maka tersenyumlah aku)

Tapi pensil anganmu tak meninggalkan noda pada kenangan itu

(Meskipun lukisanmu hampa, aku akan tetap tersenyum)









# Adhika Annisa, majalah Horison, Sajak Kaki Langit, April 2004.

salahsatu puisi fave yg tak kuduga akan mengalaminya (lagi untuk kali kedua).
Diposting oleh tyara di 22.43.00 | 0 komentar  
Label:

kadang yang kadangkadang

kadangkadang aku ingin tahu,
apa gerangan yang Kau tulis di sana
di kitab hidupku.

tapi, kadangkadang juga,
aku terlalu takut ketika Kau memberitahu
bahwa segalanya tak sesuai rencana.

kadangkadang aku tak peduli,
ketika Kau berikan peringatan
hanya karena enggan merasakan sakit lagi.

tapi, kadangkadang pula,
aku terlalu mengejar Kau dengan pertanyaan
yang belum waktunya untuk kuketahui jawabnya.

kadangkadang,
aku banyak berharap pada selongsong usang
kadangkadang,
aku terlalu bertahan pada rasa gamang.

kadangkadang
aku berbuat begitu hanya karena ingin bahagia
tapi malah tersiksa
kadangkadang.

#fools girl.
Diposting oleh tyara di 22.29.00 | 0 komentar  
Label: ,

mungkin...?

mungkin ini,
hanya sakit yang kemarinkemarin lagi
tak akan dapat lusinan sajak anestesi
untuk menghabiskan hati.

mungkin ini,
perhentianperhentian lain lagi
untuk menemukan yang sejati
meski kadang aku ingin abadi.

mungkin ini,
cuma realisasi pesanpesan mimpi
bahwa aku menemukan hati
tapi kemudian kehilangan lagi.

mungkin ini,
satudua hal yang kuinginkan kembali
tapi kuketahui
mungkin nanti semuanya tak sama lagi.

#untuk Yang Tercinta : Maha Pembolakbalik Hati. =)
Diposting oleh tyara di 22.13.00 | 0 komentar  
Label: ,

satu lagi puisi lama.

Still the Same


andai dia tetap di sana
menatapku tanpa bahasa
dan bungkam tak bersuara

maka,
aku pasti menghampirinya
lalu dengan berbisik, kuberkata
bahwa cintaku masih sama


Bandung, 5 Des 2004
(dimuat di kumpulan puisi valentine kaWanku 2005)

Diposting oleh tyara di 00.28.00 | 0 komentar  
Label: ,

when i (did)


semoga bahagia bersamanya...

Ketika kurangkaikan resahku
Menjadi buklet bunga kesepian
Aku hanya dapat menggenggamnya
Tanpa memberikannya padamu.
Bungaku hanya terkulai layu
(karena kutahu, kau tak ‘kan menerimanya)

Ketika kurajutkan sesalku
Menjadi syal permintaan maaf
Kau urung menerimanya, hanya menatapnya
Karena sudah ada dia
Yang selalu hangatkan hatimu.
(maafkan aku, telah merasuki celah hidupmu)

Ketika kutuliskan risau ini
Dalam selubung sajak anestesi,
Aku hanya ingin kau tahu
Bahwa aku selalu di sini
Ada untuk hatimu
(meski kutahu, tak pernah kau hiraukan aku)

Bandung, 24 Oct 2005

*untuk eR dan sang siang.

untuk kamu. :)

Diposting oleh tyara di 00.03.00 | 0 komentar  
Label: ,
Rabu, Mei 20, 2009

t o n i g h t

malam ini aku membuka
catatan lama tentang cinta
lalu air mata jatuh bersamanya

malam ini aku menikam jiwa
menyayat hati hingga luka
dengan mengenangnya

malam ini ingin kuberitahu dia
lewat pesan dalam kata-kata
bahwa aku sangat kecewa

dan malam ini juga
aku ingin habiskan rasa
yang kusimpankan untuknya

Bandung, 27 June 2007 @ 18.30
#sungguh aku lupa ini untuk siapa.
Diposting oleh tyara di 23.45.00 | 0 komentar  
Label: ,

when I LOVE YOU.

ketika aku mencintaimu,
apakah aku perlu...
bertanya pada hatiku
hanya untuk yakinkan bisu ?

kurasa tidak !

aku hanya harus diam,
dengan mata terpejam...
lalu menghirup aroma malam
sampai luruh sang temaram .

karena kumemang mencintaimu...



Bandung, 03 July 2007 @ 22.22
Buat penjaga hatiku.



mBiL2AeCK :

boleh juga,

bs buat merinding Big Grin

Diposting oleh tyara di 23.30.00 | 1 komentar  
Label: ,
Sabtu, Mei 09, 2009

di atas segala benci.

aku benci
menjadi seperti ini
ambigu tentang diri
tak tahu ke mana melangkahkan kaki

aku benci
terlihat seperti ini
bahagia senyum menghiasi
tapi palsu dan menyakiti hati

aku benci
benci pada rasa benciku pada inti
yang menyebabkan benci-benciku pada yang lain lagi
hingga akhirnya aku mendendam karam dalam benci

tapi ada satu benci yang paling kubenci,
benci yang sungguh tak terobati
tak dapat diganti dengan sesuatu,
tahukah kau, aku benci karena kutak bisa membencimu.

bandung, 10 Mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.48.00 | 6 komentar  
Label: ,

setengah isi-setengah kosong

Ini adalah kosong-kosong yang berisi
sampai saya sendiri tidak mengetahui
bagaimana sekat kaca bisa menyakiti
lewat rangkaian kata yang diketik sepuluh jari.
Padahal saya bisa menuliskannya sendiri
menciptakan kisah-kisah ilusi
atau kata-kata manis pencetus delusi
tak perlu nyata karena hanya untuk membunuh sepi.

Ini adalah isi-isi yang kosong
di mana rangkaian cerita tinggal selongsong
sedang di dalamnya sudah melompong
habis dimakan waktu yang perutnya berkeroncong.
Padahal saya hanya tinggal membuang
atau meninggalkan lembar-lembar kenang
yang di dalamnya penuh airmata tergenang
tak perlu hati merasa sayang, karena ia terlarang.

Tapi, bagaimana saya bisa melalui
dan abai pada kosong-kosong yang berisi
atau tak menanggapi isi-isi yang kosong di sini
bukan tak mau, saya hanya butuh waktu sedikit lagi.

bandung, 9 Mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.17.00 | 0 komentar  
Label: ,

rindu untuk mereka

Dan ketika saya merindukan mereka,
menyebut nama-nama yang terdengar asing di telinga
Padahal mereka itu cinta
-paling tidak, begitu orang-orang menyebut mereka.

Seruan bisu yang hanya diteriakkan sunyi,
diantarkan angin ke tempat paling pribadi
dalam sela-sela mimpi
sehingga tak ada sesiapa yang mengetahui.

Orang bilang tak ada kehilangan yang lebih menyakitkan
daripada kematian,
Lalu bagaimana dengan ketidakberdayaan
untuk memiliki karena keadaan ?

Mereka tak akan pernah benar-benar tahu
seperti apa nyerinya sembilu
hingga mendapatkannya dititipan waktu
lalu tubuh menjadi kelu, hati nyeri sampai ulu.

Larik-larik ini untuk mereka
yang pernah menjadi ada
mengobati luka, menghapus airmata
biar lalu kembali menyebabkannya.

Bandung, 9 mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.01.00 | 0 komentar  
Label: ,

: kepada Tuhan

: dalam kebekuan malam, jejak-jejak sepi menggerus angan

Ada yang tak dapat dipertahankan, biar peluh sudah badan
"Sudah waktunya", Kau berkata ketika saya bertanya
Ya, seperti yang mereka katakan di setiap nasihat mereka untuk saya
Lalu tangan mereka mengusap air mata, memberi kasihan

Saya tidak butuh kasihan, masih banyak harapan
Meski kadang terlupa arah jalan, kehilangan pedoman
Namun saya masih akan bertahan
Tolong, jangan kasihan.

Dan goresan-goresan waktu pada hati
Sudah seperti karat di pagar besi
Menggerogoti, tapi tidak membuat mati
Hanya rapuh barangkali.

Derak-derak hati seperti suara lantai kayu tua
yang enggan diinjak-injak lagi oleh manusia
sebab kaki-kaki itu hanya menyakitinya
datang kemudian berlalu pergi.

Kepada Kau, kumohon ajarkan
bagaimana saya harus menerima kebaikan
melepaskan kesakitan yang saya ciptakan
dirajut dari benang emas dendam tersimpan

Bagaimana bisa mencintai jiwa-jiwa
yang menjaga hati saya
bukan jiwa yang hanya saya pinta keberadaannya
padahal tiada dia dapat dipercaya.

Bandung, 9 Mei 2009.

Diposting oleh tyara di 22.40.00 | 0 komentar  
Label: ,
Minggu, Maret 22, 2009

bulan separuh

bulan separuh,
seperti hatiku
dan aku mengisyaratkanmu
dalam mimpi yang rapuh

bulan separuh,
bersinar kelu
seperti masa yang lalu
hilang dan meluruh

bulan separuh,
jiwaku bisu
jasad ini tiba-tiba membeku
di sini aku terduduk bersimpuh.

Bandung, 22 Januari 2006
Diposting oleh tyara di 15.42.00 | 0 komentar  
Label: ,

Selembar Hati

Dalam sebuah diary,
ditulis menjadi puisi
Langit biru berubah ungu
Mendung, hujan menjemput senja

lalu
kau tahu ?

Jeratan emas benang laba-laba
terputus karenanya
Derasnya tetesan suci
Air dari langit.

dan
kini tiba...

Satu kisah padam, terendam
Yang dulu terukir di atas
kertas cinta warna merah
Basah oleh hujan dan terlupa

aku...
sudah binasa ?

Bandung, 04 Oktober 2004

Diposting oleh tyara di 15.07.00 | 0 komentar  
Label: ,
Senin, Juni 23, 2008

HARU (cuma puisi yg tak berpuisi)

mm,,gue pengen posting puisi. yg ditulis karena pikiran selintas setelah nonton Kyou Kara Maoh di AnimaX..

HARU
Langit terlihat saru.
bulan yang abu-abu, tiba-tiba membeku,

anjing menggonggong ragu-ragu.
katanya, takut mengganggu..
suasana hatiku yang kelabu.
menoleh terlalu lama pada yang berlalu.
terpaku pada bayangan semu.

Langit yang saru, kini terlihat pilu.
Rupanya dia ikut haru.

Bandung, 22 Juni 2008, 21.22



yah..mungkin bukan puisi yang terlalu "puisi".. gue cuma mau ungkapin perasaan ajah.. hha.
Diposting oleh tyara di 14.37.00 | 1 komentar  
Label: , ,
Sabtu, Oktober 27, 2007

bertanya

mentari bertanya pada rembulan,
mengapa bertahan terlalu lama ?
sedang langit sudah berubah cerah...
hari ini bukan lagi malam.

bulan bertanya pada awan,
sampai kapan akan selimuti ?
menutup cahayanya untuk malam ?
hingga gelap pekat tak hilang.

awan hujan bertanya pada angin,

ke mana akan membawanya ?
mengapa tak berhenti di sini ?
ranah gersang yang kerontang.

angin dingin bertanya padaku,
sampai kapan melagukan rindu ?
mengirim bisik lewat hembus...
akankah 'dia' merasa rindumu ?

Bandung, 27/10/2007@10.24PM
sebuah sajak untuk luka...
Diposting oleh tyara di 22.00.00 | 0 komentar  
Label: , ,
Langganan: Postingan (Atom)

Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap

Labels