Selasa, Juli 22, 2008

dan malam,bulan,bintang. dan matahari serta angin.

Bandung, 22 July 2008

Kenapa malam merindukan matahari ?

aku juga tak tahu. kenapa malam ingin melihat matahari. padahal, jika malam bertemu matahari hari akan menjadi fajar... bukan lagi malam. tapi malam tetap merindukan matahari, seperti hujan merindukan pelangi.


mungkin, malam sudah lelah. lelah untuk selalu jadi malam. malam yang diam, tak dipahami. malam yang diabaikan. mungkin malam ingin menjadi hari, agar bisa bersama mentari. agar setelah hujan, ia bisa melihat pelangi yang tak mungkin dilihat saat malam.


atau mungkin, malam iri. iri pada angin yang bisa bermanja pada matahari. bermain di sela teriknya siang. rasanya akan begitu teduh. atau karena angin selalu mendatangi malam, bercerita tentang senangnya ia bersama matahari. bermain di tengah terik matahari. malam tak bisa begitu. malam dan matahari tidak pernah diciptakan untuk bersama, selalu diciptakan untuk berbeda.


dan malam menyerah. menyerah karena malam tahu, dia tak bisa maju lagi. dia tak bisa melangkahkan kaki, untuk meraih matahari yang hanya akan membakar dirinya. malam tak bisa.


sedang bulan, sedang bintang. bulan selalu di sisinya. tapi tak termiliki. bulan hanya pajangan, pajangan yang menemani malam sewaktu2... melewati kesepian tanpa batas. dan bintang, bintang hanya meminjamkan sedikit cahaya, agar malam kuat berdiri tak terlalu pekat. tapi tak cukup terang.


malam, aku malam.
akulah malam yang merindukan matahari.
matahari yang pernah meminjamkan, setetes cahaya.
biarpun bukan cinta.
Langganan: Postingan (Atom)

Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap

Labels