Sabtu, Mei 30, 2009

kamu masih saja lucu.

kamu masih saja lucu,
seperti dulu.
(entah apa maksudku, tapi kurasa kamu tetap lucu)

senang menebarkan ambigu,
seperti juga aku.
(kita memang sama-sama abu-abu)

ah, kamu masih tetap lucu,
di seberang sana membaca sambil tersenyum lalu.
(mungkin itu kelu, ah, tapi nikmati saja waktu)

bandung, 30Mei2009
Diposting oleh tyara di 18.39.00 | 0 komentar  
Label: ,

untuk spionase (yah, namanya juga matamata, bisa muncul di manamana)

saia tau kamu ada, membayangi langkah saia
(dan dia)
saia tau kamu menunggu waktu yang tepat
untuk mengeruhkan suasana yang sudah keruh.
(entah apa untungnya bagimu)

saia gatau kamu siapa.
saia ngga tau kenapa kamu suka
memancing di antara keruh ini,
saia juga ngga ngerti apa untungnya buat kamu.
(eh, apa kita saling kenal??)

tapi, saia tau..
kamu akan membawa kartu As.
membuka semua dan apaapa yang seharusnya
tersembunyi.
yang, kamu.
namanya juga matamata.
muka dua.
berada hanya di pihak yang menguntungkanmu.

sudahlah, matamata.
jangan ganggu Rhaina!
*terserah kalau kamu mau ganggu dia.
bukan urusan saia.
tapi tolong, jangan mengeruhkan suasana yang terlanjur keruh!
Diposting oleh tyara di 17.16.00 | 0 komentar  
Label: ,
Jumat, Mei 29, 2009

parade puisi insomnia

Bulan Merah

kemarau ini memakan perak
yang dimiliki bulan berhari kemarin
bulan pun beriak
merah meredam gerah

tapi, Sayang...
bulan masih menciptakan bayang
jejak yang lengah dihapus kelam
diamdiam terendam

bulan merah menyaksikan dari langit
tentang sepotong cerita yang tergigit
belum habis,
tapi tidak juga mengikis.

bandung,29Mei2009. 6:20.

----------------------------------------

Terjaga

pejam mata tak mau bungkam
padahal lelah,
ingin sejenak kurebah.

mimpi tak mau menelusup
padahal kupanggil,
tapi tak sudi ia menemani gigil.

terjaga lagi menemani sunyi,
membuka mata menunggui pagi
yang menghapuskan mimpi.

ah, aku baru ingat
bukankah mimpimu ada
ketika kau sedang terjaga ?

Bandung, 29Mei2009. 6:32.

----------------------------------------

Cinta Bau Amis

tercium lagi bau manis cinta
yang kata mereka bahagia

Tidak, bukan, lain.

bagiku aromanya amis
persis mayat ikan yang menggelepar miris

Ah, kau tahu aku, Sayang!

aku belum lagi mau mencicipi
manis yang menyakitkan hati
atau menciumi bau amis
dari hati yang diiris.

Ah, kau paham aku, Sayang!

tahan langkahmu sampai situ,
sebelum ucapkan maksud hatimu
diam saja, aku tahu
tapi enggan menahu.

Maafkan aku, Sayang!

bandung, 29Mei2009. 6:45.

(bukan buat hujan ataupun jendela. buat kamu yg merasa)

--------------------------------------------------------

Sebisik Sunyi

:dengan berbisik

dapatkah sekiranya angin mengantarkan rindu
yang tertahan di ujung kalbu
jengah dan lelah menunggu,
ingin bertemu
tapi tak mampu.


dapatkah sekiranya kutaklukkan waktu
barang semenit lalu
aku ingin diantarkan pada dulu
ingin lagi menemuimu,
bosan sendiri, aku jemu.


rinduku, Tuhan...
akankah padanya Engkau sampaikan ?
sampai kapan mesti menunggu dalam semu yang menjemukan,
hatiku terlalu banyak pertanyaan
belum juga Engkau memberi jawaban.


rinduku, Tuhan...
sampai kapankah mesti kusimpan ?
terlalu beratkah permintaan,
hanya ingin menemuinya biarpun dalam impian,
aku ingin lagi menatap senyuman (nya).


sampaikan, Tuhan..
sampaikan rinduku yang tak terlukiskan
sampaikan hatiku yang sungguh merasa kehilangan,
sampaikan padanya kalau aku bahagia ketika bersamanya
sampaikan kalau aku mencintanya.

bandung, 29Mei2009. 7:00
Diposting oleh tyara di 06.37.00 | 1 komentar  
Label: ,
Selasa, Mei 26, 2009

pada sebisik sunyi

kutitipkan cinta pada sebisik sunyi
biar ia diam
hingga nanti gemuruh sendiri.
Diposting oleh tyara di 00.23.00 | 0 komentar  
Label: ,
Minggu, Mei 24, 2009

purnama di balik jendela

: untuknya

Coba sibak tirai jendelamu
tengadah sebentar ke langit sana
nikmati jenak yang dulu kamu puja
lihat purnama yang terdiam gagu.

Sebentar saja, kupinjam waktumu
untuk melihat bulan yang menyala
di langit yang masih sama
meski jika ceritanya telah menyemu.

Aku juga sedang memandanginya
ditemani seulas senyum hampa
mengulang kata "jarak" untuk kesekian kalinya
meraba "maya" untuk mengerti "nyata".

Dan (jikalau) kamu juga menatapnya
mungkin hanya diam tanpa merasa,
mungkin cuma tersenyum tanpa makna,
mungkin bagimu cuma nostalgia.

Tapi, paling tidak kamu tahu
bahwa di belahan lain bumi ini
ada yang menatap purnama setiap kali,
karena dengan begitu kurasa melihatmu.
nyata.
Diposting oleh tyara di 21.27.00 | 3 komentar  
Label: , ,
Jumat, Mei 22, 2009

Dear God.

Tuhan sayang,
semoga surat yang kukirimkan kemarin malam sudah sampai.
Meski tak pakai amplop apalagi prangko.
Meski hanya kusimpan di laci dalam kotak hijau.

Tuhan sayang,
semoga apaapa yang kutulis di sana tak membuatMU mengernyit dahi.
Meski coretancoretan itu terlalu meminta satu.
Meski kadangkadang aku juga ambigu dengan pintaku.

Tuhan sayang,
semoga sekali lagi untuk kesekian kali, KAU meminjamkan keajaiban mimpi.
Meski kataMU itu belum yang terbaik untukku.
Meski mungkin untuk ini aku harus menunda waktu.

Tuhan sayang,
berikan aku kekuatan untuk bertahan
berikan aku keberanian untuk memiliki harapan
berikan aku hanya apa yang kupintakan.

*maav, Tuhan sayang... karena terlalu banyak meminta.
Diposting oleh tyara di 23.05.00 | 0 komentar  
Label: ,

least.

least.
entah siapa yang punya ide menyebutnya begitu.
mungkin aku : gadis pengumpul kelu.
yah, Sayang...
akhirnya aku menjadi selongsong usang.

(lagilagi komputer berbayang. vertigo, kapan kamu menghilang?)

*semoga tulisan di blog saia ini (yg melulu puisi ttg ...) tidak akan masuk fatwa haram MUI. :hammer:
Diposting oleh tyara di 22.46.00 | 0 komentar  
Label: ,
Kamis, Mei 21, 2009

insomnia.

kau boleh menyuruhku pergi
tapi aku tak akan beranjak dari sini
ruang mimpi yang kurancang sendiri
biarkan sesukaku menikmati

butuh satu putaran penuh
jika kamu ingin membuatku menjauh
dan lagi aku tak semudah itu berlabuh
pada asing yang begitu rapuh

terjaga lagi menikmati sepi
mata tak dapat dipejam biar dipaksa hati
insomnia sudah merajai malam yang sendiri
menulisi sunyi dengan tinta mimpi

jangan aku dibunuh
padahal sudah mati tanpa disuruh
belum puaskah melihat darah di peluh
menunggu waktu meluluh.

#di tengah vertigo akut. layar berbayang. pikiran terbang.
Diposting oleh tyara di 22.52.00 | 0 komentar  
Label: ,

Lukisan Hampa

Aku berpaling padamu
Dan kulihat selembar kenangan,
Dengan pensil angan di genggamanmu

Kulihat tanganmu mulai menggores
Aku ragu kau melukisku

Apakah kau melukisku ?
(Jikalau kau melukisku, maka tersenyumlah aku)

Tapi pensil anganmu tak meninggalkan noda pada kenangan itu

(Meskipun lukisanmu hampa, aku akan tetap tersenyum)









# Adhika Annisa, majalah Horison, Sajak Kaki Langit, April 2004.

salahsatu puisi fave yg tak kuduga akan mengalaminya (lagi untuk kali kedua).
Diposting oleh tyara di 22.43.00 | 0 komentar  
Label:

kadang yang kadangkadang

kadangkadang aku ingin tahu,
apa gerangan yang Kau tulis di sana
di kitab hidupku.

tapi, kadangkadang juga,
aku terlalu takut ketika Kau memberitahu
bahwa segalanya tak sesuai rencana.

kadangkadang aku tak peduli,
ketika Kau berikan peringatan
hanya karena enggan merasakan sakit lagi.

tapi, kadangkadang pula,
aku terlalu mengejar Kau dengan pertanyaan
yang belum waktunya untuk kuketahui jawabnya.

kadangkadang,
aku banyak berharap pada selongsong usang
kadangkadang,
aku terlalu bertahan pada rasa gamang.

kadangkadang
aku berbuat begitu hanya karena ingin bahagia
tapi malah tersiksa
kadangkadang.

#fools girl.
Diposting oleh tyara di 22.29.00 | 0 komentar  
Label: ,

mungkin...?

mungkin ini,
hanya sakit yang kemarinkemarin lagi
tak akan dapat lusinan sajak anestesi
untuk menghabiskan hati.

mungkin ini,
perhentianperhentian lain lagi
untuk menemukan yang sejati
meski kadang aku ingin abadi.

mungkin ini,
cuma realisasi pesanpesan mimpi
bahwa aku menemukan hati
tapi kemudian kehilangan lagi.

mungkin ini,
satudua hal yang kuinginkan kembali
tapi kuketahui
mungkin nanti semuanya tak sama lagi.

#untuk Yang Tercinta : Maha Pembolakbalik Hati. =)
Diposting oleh tyara di 22.13.00 | 0 komentar  
Label: ,

satu lagi puisi lama.

Still the Same


andai dia tetap di sana
menatapku tanpa bahasa
dan bungkam tak bersuara

maka,
aku pasti menghampirinya
lalu dengan berbisik, kuberkata
bahwa cintaku masih sama


Bandung, 5 Des 2004
(dimuat di kumpulan puisi valentine kaWanku 2005)

Diposting oleh tyara di 00.28.00 | 0 komentar  
Label: ,

...

Tuhan, mengapa malam ini
mataku harus basah lagi?
Tuhan, bukankah seharusnya
aku bahagia jika dia juga?

Tuhan, semoga dia bahagia :)
Diposting oleh tyara di 00.19.00 | 0 komentar  
Label:

when i (did)


semoga bahagia bersamanya...

Ketika kurangkaikan resahku
Menjadi buklet bunga kesepian
Aku hanya dapat menggenggamnya
Tanpa memberikannya padamu.
Bungaku hanya terkulai layu
(karena kutahu, kau tak ‘kan menerimanya)

Ketika kurajutkan sesalku
Menjadi syal permintaan maaf
Kau urung menerimanya, hanya menatapnya
Karena sudah ada dia
Yang selalu hangatkan hatimu.
(maafkan aku, telah merasuki celah hidupmu)

Ketika kutuliskan risau ini
Dalam selubung sajak anestesi,
Aku hanya ingin kau tahu
Bahwa aku selalu di sini
Ada untuk hatimu
(meski kutahu, tak pernah kau hiraukan aku)

Bandung, 24 Oct 2005

*untuk eR dan sang siang.

untuk kamu. :)

Diposting oleh tyara di 00.03.00 | 0 komentar  
Label: ,
Rabu, Mei 20, 2009

t o n i g h t

malam ini aku membuka
catatan lama tentang cinta
lalu air mata jatuh bersamanya

malam ini aku menikam jiwa
menyayat hati hingga luka
dengan mengenangnya

malam ini ingin kuberitahu dia
lewat pesan dalam kata-kata
bahwa aku sangat kecewa

dan malam ini juga
aku ingin habiskan rasa
yang kusimpankan untuknya

Bandung, 27 June 2007 @ 18.30
#sungguh aku lupa ini untuk siapa.
Diposting oleh tyara di 23.45.00 | 0 komentar  
Label: ,

when I LOVE YOU.

ketika aku mencintaimu,
apakah aku perlu...
bertanya pada hatiku
hanya untuk yakinkan bisu ?

kurasa tidak !

aku hanya harus diam,
dengan mata terpejam...
lalu menghirup aroma malam
sampai luruh sang temaram .

karena kumemang mencintaimu...



Bandung, 03 July 2007 @ 22.22
Buat penjaga hatiku.



mBiL2AeCK :

boleh juga,

bs buat merinding Big Grin

Diposting oleh tyara di 23.30.00 | 1 komentar  
Label: ,

biar menjadi kenangan

tetes air mataku tak tertahan lagi
menanti kepastian tentang kita
kau masih juga bersamanya
masih mencintainya


maafkanlah, sayangku, atas keadaan
kamu tak pernah jadi kekasihku
wajahnya selalu terbayang
saat kau di sisiku



aku dan kamu takkan tahu
mengapa kita tak berpisah
walau kita takkan pernah satu
biarlah aku menyimpan bayangmu
dan biarkanlah semua menjadi kenangan
yang terlukis di dalam hatiku
meski pun pedih
namum tetap selalu ada di sini
Diposting oleh tyara di 19.03.00 | 0 komentar  
Label: ,

ya.

It is good if you happy :->
Diposting oleh tyara di 18.56.00 | 0 komentar  
Label:

hungryyy

LAPEEEEEEEEEER.
pengen makan tengah malem. uhh.
Diposting oleh tyara di 00.10.00 | 0 komentar  
Label:
Selasa, Mei 19, 2009

penjelasan

karena saia sering dibilang ambigu dlm bersikap.
saia jelaskan, bahwa yg di bawah ini saia ceritakan
bukanlah salah satu dari temen curhat saia.
(banyak amet temen curhatnya :p)
.
dan yang pasti,
he's not my big brother :D
i just call him with his name.
(please don't make him realized x) )
.
jadi, jangan dibaca pake ilmu GR yak :p
tapi sadar diri..
*yah, sadar kalo itu dirimu
atau bukan Anda.haha.
Diposting oleh tyara di 01.17.00 | 0 komentar  
Label:

na.na.na-la.la.la

i just wanna say na.na.na
i just wanna say la.la.la
i just wanna say na.na.na-la.la.la~!


na.na.na, Mr. p6f9
terima kasih untuk serpihan kata
yang pernah kau pinjamkan
mungkin tak sengaja
tapi, bermakna.

la.la.la, Mr. p6f9
terima kasih untuk cerita segaris
realita berangkaian
mungkin hanya kebetulan
tapi, tersimpan.




#kalau kau tahu, baiknya tetap membisu. bunuh, baiknya kubunuh. sebelum terlanjur tumbuh.
Diposting oleh tyara di 01.02.00 | 0 komentar  
Label:

just stop it.

membuncah.
pecah.
ini, namanya apa?
pelampiasan luka?

resah.
gelisah.
ini, disebut apa?
penghapus duka?


gundah.
memilih mengalah.
di sini, saja, ya!
aku berhenti ketika memulainya.





#kenapa jadi menulis seperti Mommy Anin ? xp
Diposting oleh tyara di 00.59.00 | 0 komentar  
Label:

realized.

haha, baru sadar malam ini?
setelah merasa kamu mendiamkanku..
(padahal itu cuma masalah koneksi internet)
dagdigdug
ituitu lagi. bunyibunyi lagi.
rasa takut yang menyenangkan?
rasa senang yang menakutkan?
*takut lagi kehilangan.

haha,baru sadar malam ini?
setelah melihat sepotong kata yang kau tuliskan untuk dia(milikku)..
(padahal mungkin kau hanya ingin menggoda)
dagdigdug
nyerinyeri lagi. perihperih lagi.
rasa sakit yang kucintai?
rasa cinta yang menyakiti?
*sakit, kamu juga punya orang.


#darr! haha. hampirrrrrr punya orang :p
(semoga orangnya ga baca karena dia ngga tau alamat blog saia! amieeen! hahaha)
(mommy Anin what the name of this feeling? x) )

darrrrnnn!
ingin memiliki apa yg tak boleh dimiliki.
(jangan tyara, kamu tau betapa menyakitkannya)
oke, ngga akan! bahkan tak akan diungkapkan ;)
(ini namanya keinginan untuk memiliki.)
Diposting oleh tyara di 00.51.00 | 0 komentar  
Label:
Sabtu, Mei 16, 2009

parade 100kata (janin cerpen)

1.

"Aku ingin pergi, relakan aku." tersengal sang lelaki mengatakan itu, napasnya tinggal satu-satu.

Hujan airmata dari kekasih yang mencinta bahkan tak bisa menahannya lebih lama. Malaikat sudah bersiap di sampingnya. Sedia menjemput jiwanya, mengantarkan pada keabadian untuk selamanya.

"Kabarkan padanya. Mohonkan maafnya." sambung lelaki itu dengan kata-kata yang semakin lirih saja. Kekasihnya mengangguk, tak sanggup berkata-kata. Tenggelam dalam airmata.

Sejenak sang lelaki tersenyum, untuk terakhir kalinya. Tapi, malaikat urung membawa jiwanya. Sedang tubuh sudah menjadi jasad tak bernyawa. Dan jiwa lelaki itu hanya terkatung menunggu senja. Di antara isak tangis yang mengira bahwa sang lelaki telah kembali ke haribaan-Nya.



2.

"Saya mohon, maafkan dia." perempuan itu mengiba, berlutut di hadapan wanita yang menatapnya hina.

Wanita angkuh itu menatapnya lama tanpa suara. Hanya menggeleng pasti, kemudian berkata,
"Tak akan pernah!"

Aku menatap wanita itu dengan luka. Luka yang kubawa untuknya. Luka yang sampai sekarang tak dapat dihapusnya. Luka yang dibiarkannya memborok di hatinya. Sedang perempuan itu sudah begitu mengiba, berlutut juga di hadapannya. Sekeras apa hati wanita yang dulu pernah kucintai itu? Apa luka menjadikannya batu?

"Tak akan pernah aku percaya. Kalian sama-sama durjana. Bicara kalian tipu daya!" wanita angkuh itu menahan tangisnya, berusaha tidak percaya atas berita yang baru didengarnya.



3.

Langit malam telah turun. Adzan di mesjid sudah mengalun. Aku mempercepat langkah untuk tiba di rumah. Tapi, entah kenapa selalu saja aku tertahan di ujung jalan ini. Seperti ada yang mengawasi.

Ada bisik-bisik yang bilang, ujung jalan ini berhantu. Seringkali terdengar isakan lirih jika malam berhujan seolah menyepikan waktu. Tapi, aku tak percaya hantu. Tak percaya apapun itu. Aku hanya percaya, jika di suatu malam berhujan, aku akan memimpikan dia. Pasti bertemu dia.

"Maafkan aku. Kumohon, maafkan aku." lirih suara angin seperti berbisik begitu. Aku bergidik ngeri, berdiri bulu kudukku. Kupalingkan wajah, kupercepat langkah, aku ingin tiba di rumah.


Bandung, 16 Mei 2009 @ 7.53PM
Diposting oleh tyara di 19.58.00 | 3 komentar  
Label: ,
Senin, Mei 11, 2009

pelangi.

merah
jingga
kuning
hijau.


ingin melompati hijau, menemukan biru.
ternyata aku baru sadar, aku juga telah melompati biru.
jadi warna pelangiku akan kurang dua.

hijau yang tak ingin kuambil (jangan tanya kenapa, aku memang orang bodoh yang membuang yang tersedia. pasti)
biru yang tak akan terambil. (jangan tanya kenapa, aku terlalu pintar untuk melakukan suatu kebodohan berulang)

nila dan ungu.
keduanya belum terbaca.
tapi aku enggan menunggu.
lelah pada si waktu.
Diposting oleh tyara di 00.51.00 | 0 komentar  
Label:

hm.

rasanya mencintai itu menyenangkan. ;)
Diposting oleh tyara di 00.48.00 | 0 komentar  
Label:
Sabtu, Mei 09, 2009

di atas segala benci.

aku benci
menjadi seperti ini
ambigu tentang diri
tak tahu ke mana melangkahkan kaki

aku benci
terlihat seperti ini
bahagia senyum menghiasi
tapi palsu dan menyakiti hati

aku benci
benci pada rasa benciku pada inti
yang menyebabkan benci-benciku pada yang lain lagi
hingga akhirnya aku mendendam karam dalam benci

tapi ada satu benci yang paling kubenci,
benci yang sungguh tak terobati
tak dapat diganti dengan sesuatu,
tahukah kau, aku benci karena kutak bisa membencimu.

bandung, 10 Mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.48.00 | 6 komentar  
Label: ,

setengah isi-setengah kosong

Ini adalah kosong-kosong yang berisi
sampai saya sendiri tidak mengetahui
bagaimana sekat kaca bisa menyakiti
lewat rangkaian kata yang diketik sepuluh jari.
Padahal saya bisa menuliskannya sendiri
menciptakan kisah-kisah ilusi
atau kata-kata manis pencetus delusi
tak perlu nyata karena hanya untuk membunuh sepi.

Ini adalah isi-isi yang kosong
di mana rangkaian cerita tinggal selongsong
sedang di dalamnya sudah melompong
habis dimakan waktu yang perutnya berkeroncong.
Padahal saya hanya tinggal membuang
atau meninggalkan lembar-lembar kenang
yang di dalamnya penuh airmata tergenang
tak perlu hati merasa sayang, karena ia terlarang.

Tapi, bagaimana saya bisa melalui
dan abai pada kosong-kosong yang berisi
atau tak menanggapi isi-isi yang kosong di sini
bukan tak mau, saya hanya butuh waktu sedikit lagi.

bandung, 9 Mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.17.00 | 0 komentar  
Label: ,

rindu untuk mereka

Dan ketika saya merindukan mereka,
menyebut nama-nama yang terdengar asing di telinga
Padahal mereka itu cinta
-paling tidak, begitu orang-orang menyebut mereka.

Seruan bisu yang hanya diteriakkan sunyi,
diantarkan angin ke tempat paling pribadi
dalam sela-sela mimpi
sehingga tak ada sesiapa yang mengetahui.

Orang bilang tak ada kehilangan yang lebih menyakitkan
daripada kematian,
Lalu bagaimana dengan ketidakberdayaan
untuk memiliki karena keadaan ?

Mereka tak akan pernah benar-benar tahu
seperti apa nyerinya sembilu
hingga mendapatkannya dititipan waktu
lalu tubuh menjadi kelu, hati nyeri sampai ulu.

Larik-larik ini untuk mereka
yang pernah menjadi ada
mengobati luka, menghapus airmata
biar lalu kembali menyebabkannya.

Bandung, 9 mei 2009
Diposting oleh tyara di 23.01.00 | 0 komentar  
Label: ,

: kepada Tuhan

: dalam kebekuan malam, jejak-jejak sepi menggerus angan

Ada yang tak dapat dipertahankan, biar peluh sudah badan
"Sudah waktunya", Kau berkata ketika saya bertanya
Ya, seperti yang mereka katakan di setiap nasihat mereka untuk saya
Lalu tangan mereka mengusap air mata, memberi kasihan

Saya tidak butuh kasihan, masih banyak harapan
Meski kadang terlupa arah jalan, kehilangan pedoman
Namun saya masih akan bertahan
Tolong, jangan kasihan.

Dan goresan-goresan waktu pada hati
Sudah seperti karat di pagar besi
Menggerogoti, tapi tidak membuat mati
Hanya rapuh barangkali.

Derak-derak hati seperti suara lantai kayu tua
yang enggan diinjak-injak lagi oleh manusia
sebab kaki-kaki itu hanya menyakitinya
datang kemudian berlalu pergi.

Kepada Kau, kumohon ajarkan
bagaimana saya harus menerima kebaikan
melepaskan kesakitan yang saya ciptakan
dirajut dari benang emas dendam tersimpan

Bagaimana bisa mencintai jiwa-jiwa
yang menjaga hati saya
bukan jiwa yang hanya saya pinta keberadaannya
padahal tiada dia dapat dipercaya.

Bandung, 9 Mei 2009.

Diposting oleh tyara di 22.40.00 | 0 komentar  
Label: ,
Selasa, Mei 05, 2009

ngantuk!

: tiara, ini dia yang namanya benci. jangan salah mengartikannya lagi.

me : i am not hate anyone !

: kamu bohong, pembohong !

me : who the hell are you ?

: you're hell. not me.

me : bencibenci apa.

: benci. sama tapi benci. benci lima tahun yang lalu.

me : berarti ini sudah...

: not yet ! hapuskan bencimu dulu.

me : i'm not hate anybody !

: are you lying ?

me : yeah!

: are hate...

me : no! and never!

: lier!

me : ngantuk! I-)
Diposting oleh tyara di 22.21.00 | 1 komentar  
Label:

kepada dia (yang tercinta)

:kepada dia yang tercinta

kau tidak akan pernah bisa membunuhku
biar kau tikam rasamu dalam sepisepi waktu
karena aku tidak hidup bersama waktu
aku bersarang di hatimu


kau mungkin lupa tentang segala
juga ceritacerita usang tentang kita
lalu menguburnya dalam sekotak maya
berharap kemarin itu mimpi semata?


tapi ada satu yang kau tak tahu
kapan kotakmu akan membuka lalu
kau seperti baru tersadar dari komamu
terhenyak menyadari aku bukannya hantu


kadangkadang hati itu menelanjangi jiwa
dari kebohongan yang tertata
apik seolah tak bercela
tapi aku masih bisa menemukan celahnya
---

aku tahu kau akan menghapusku
berharap semua itu cuma cerita kelabu
tentang malam berhujan yang kau simpan dalam kelambu
tapi aku tak peduli, apalagi menaruh restu


kau boleh berharap lupa
tapi tak akan, sampai kau amnesia
jiwajiwa mencari benang merahnya
menelusuri jejak yang kau anggap maya


sedang aku ?
aku cuma diam tak berlalu
tak juga memburu dulu
aku cuma diam seperti yang dia katakan padaku. menunggu.


Bandung, 5 Mei 2009.
# no mercy tiara - disorder personality.
Diposting oleh tyara di 21.15.00 | 0 komentar  
Label:
Minggu, Mei 03, 2009

love letter. =)

Dear Tuhan.
semalam itu aneh,
kenapa saia diberi mimpi seperti itu?
aneh.nyeremin.gasuka.
lalu tadi saia liat artinya...

Tuhan, jika ini berarti kehilangan lagi.
Jika ini berarti sesuatu yang ga kesampean lagi.
Jika ini artinya siap sakit (hati) lagi.
Tuhan, tyara nyerah. :)
maav Tuhan, tyara nyerah.

apa dosa saia harus ditebus dengan kehilangan
sebanyak ituh?
Tuhan, saia cinta sekali pada-MU.
tapi tak kuat juga jika selalu begini.
maav Tuhan, tyara menyerah. lelah.

Tuhan, jika enggan menjemputku dan
saia tak boleh datang..
ke mana saia harus melangkah?
Tuhan, bukan tak ingin bertahan.
saia hanya terlalu lelah.

(Tuhan, ingat ngga ulang tahun ke tiga belas saia? Waktu itu dia pergi.
Tuhan, ingat ngga ulang tahun ke lima belas saia? Saat itu Tuhan menghadiahi. meminjamkan dia hanya empat bulan. :)
Tuhan, ingat ngga ulang tahun ke tujuh belas saia? Waktu itu saia sendiri. Terasing.
Tuhan, lalu ulang tahun ke delapan belas? Tuhan mengambil Nino, Tuhan memberikan matahari untuk teman paling baik saia. Tuhan mengambil bulan yang jadi satu-satunya cahaya.
Kemudian, Tuhan.. ulang tahun ke sembilan belas. Tuhan kirimkan dia. lagi-lagi. meminjamkan selama empat bulan.)


Tuhan sayang, Tuhan saia cinta.
Saia tahu Tuhan mencintai saia dengan cara yang tak bisa saia mengerti.
Tapi bolehkah saia meminta Tuhan?
Kabulkan lagi. Sekali lagi (mungkin nanti-nanti).
Tuhan tolong wujudkan doa-doa saia setiap malam itu. :)
sebelum saia pergi.
Yah Tuhan, yah...
Sabtu, Mei 02, 2009

para copas.

Seandung Hari (untuk 'dia') *untuk kamu.

Jika sempat mengingatku..

Tolong ceritakan indah jingga ketika menjemput senja ..

Dan kabarkan aku kemana angin membawa rinduku…

Sampai malam menyelimuti senja dengan jubah kelamnya…

Jika sempat mengingatku…

Bisikkan aku pabila bulan datang mengendap…

Temani aku dalam kedinginan yang perlahan matikan rasa

Ceritakan aku sebuah dongeng sebagai tangga bagiku menuju alam sana…

Wahai ‘Dia’…

Jika sempat mengingatku…

Hembuskan sejuk embun yang akan menjemputku dari lelap malam

Sampai aku kembali dari peraduanmu… disana

Jika sempat mengingatku…

Beri aku perlindungan dari amarah panas mentari

Hibur aku dengan elegi pelangi setelah hujan yang membawa kehidupan

Tutup mataku dari realita memiliki kehilangan…

Genggam tanganku saat aku terbuai dalam jenak alam

Dan berikan aku cahaya, cahaya indah yang menyatakan bahwa diam tak lebih dari sekedar bisu..

Jika sempat mengingatku…

Kabarkan aku bagaimana hari menjemput bulan

Bagaimana detik berpadu dengan saat melahirkan tahun

Bagaimana tubuh berpaling dari kumalnya lelah, bermain bersama canda


*link copas

***

God Only Knows

Dear God,
Thanks for the air I breathe today
Thanks for a chance to open my eyes again
I know it, that you love me this way
And I know it, you will shine in my darkest night

I will always pray the best for you...
My Darling
God only knows how much I miss you...
I miss you

I love you so deeply... but I hate to let you know
Cause I know it, that you leave me this way
And the pain is killing me in the darkest night

I will always pray the best for you...
My Darling...
God only knows how much I miss you...
I miss you

link

copas
Diposting oleh tyara di 00.20.00 | 0 komentar  
Label:
Jumat, Mei 01, 2009

beri aku koma

tak ingin titik!
beri aku koma
jangan jeda!
aku ingin huruf lagi

#tolong jangan lalu pergi hanya karena membaca pesan-pesan di blog-ku. karena interpretasimu tak sama seperti apa yang kupikirkan. i never ever want you dissapear. just stay. althought..hmm.
Diposting oleh tyara di 23.44.00 | 0 komentar  
Label: ,

Jikalau Ada yang Bertanya

Jikalau ada yang bertanya,
di mana orang bodoh
yang selalu mengatakan
"Aku turut bahagia untukmu",
meski kadang mendustai hatinya sendiri
maka aku akan maju, mengaku.

Jikalau ada yang bertanya,
mengapa menjadi manusia bodoh
seperti itu selalu terus saja
maka aku akan bilang,
"Jika tidak bisa memiliki apa yang dicintai,
bersyukurlah karena pernah mencintai."

Jikalau ada yang bertanya,
untuk apa menyakiti hati
aku akan menjawab,
"Sesungguhnya aku samasekali tak menyakitinya."
karena obat untuk hati yang sakit adalah
mencintai (lebih dalam lagi)

bandung 1 Mei 2009
#inspired Tasbih-Tasbih Cinta by Kahlil Gibran.
Diposting oleh tyara di 23.35.00 | 0 komentar  
Label:

Terlalu Cinta feat. Tak Termiliki

Terlalu Cinta

Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa
Menjauh dari angan tentangnya

namun apalah daya ini
bila ternyata sesungguhnya
aku terlalu cinta dia

#lirik sebelumnya sengaja ga ditulis karena memang saia ngga berpikir seperti itu, tetaplah ada biar maya :) (maya bukan dalam arti dua matra. maya dalam arti... yah begitulah)




Tak Termiliki

Kulihat diriku, kubaca hatiku
Tiada yang lain yang tersirat
Kulihat dirimu, kau tak sendiri
Masih bolehkah harap ini

Engkau datang saat aku merasa tak ada daya
Engkau ada saat ku tak mungkin ada di sana
Engkau datang saat diri ini tak ingin pergi
Engkau ada dengan setangkai cinta tak termiliki

Oh mengapa..
Saat kita berdua
Semua terasa indah
Seakan kau untukku…

(ternyata saia pernah komen di situs lagu itu: http://isongelirik.wordpress.com/2007/01/23/rossa-tak-termiliki/ )

#karena tak mungkin memiliki yang telah dimiliki orang lain :) (and just like her said, i'll wait like her waited yesterday)

Diposting oleh tyara di 23.12.00 | 0 komentar  
Label: ,
Langganan: Postingan (Atom)

Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap

Labels